BEKASI, JAWA BARAT – Sebuah video yang memperlihatkan seorang ayah dengan tega melemparkan anak balitanya ke genangan banjir di wilayah Pondok Gede, Kota Bekasi viral di media sosial dan sontak menuai kecaman keras dari warganet. Tindakan tidak berperikemanusiaan ini terekam oleh kamera warga dan memperlihatkan seorang pria dewasa dengan sengaja mencelupkan tubuh seorang anak kecil yang diperkirakan berusia 2 tahun ke dalam air banjir yang tampak kotor dan keruh.
Dalam video singkat yang beredar luas, terlihat seorang pria berkaus biru memegang seorang anak balita dan tanpa ragu melemparkannya ke dalam genangan air banjir setinggi lutut orang dewasa. Terdengar suara tangisan histeris anak kecil yang ketakutan dan teriakan ibu korban yang menyaksikan kejadian tersebut. Setelah melemparkan anaknya, pria yang diduga adalah ayah kandungnya itu terlihat berjalan pergi meninggalkan lokasi.
Motif di balik tindakan keji ayah yang diketahui berinisial A (26) ini akhirnya terungkap. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku melakukan hal tersebut karena kesal dan emosi terhadap istrinya. Kapolsek Pondok Gede, Kompol Dwi Harahap, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pelaku telah diamankan. “Pelaku sudah diamankan di Polsek Pondok Gede. Motifnya karena emosi sama istrinya,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.
Tindakan A jelas melanggar hak anak dan dapat dikategorikan sebagai kekerasan terhadap anak. Para psikolog anak mengecam keras tindakan tersebut karena dapat menimbulkan trauma mendalam bagi sang anak. Dampak psikologis seperti ketakutan, kecemasan, dan hilangnya rasa percaya terhadap orang tua bisa menghantui korban dalam jangka panjang.
Warganet yang menyaksikan video tersebut выражают kemarahan dan kesedihan yang mendalam. Banyak yang menyerukan agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang perlindungan anak yang berlaku. Kasus ini menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa anak-anak adalah pihak yang paling rentan dan membutuhkan perlindungan dari orang dewasa, terutama dari orang tua mereka sendiri.
Pemerintah daerah Bekasi dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini dan memastikan keselamatan serta pemulihan psikologis anak korban. Selain itu, kasus ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengasuhan anak yang penuh kasih sayang dan bebas dari segala bentuk kekerasan.