Sumur Tua di Sragen – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, semakin memperparah kondisi kekeringan di berbagai wilayah, termasuk di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang. Sumber-sumber air bersih seperti sungai dan sumur dangkal mengering, memaksa warga untuk mencari alternatif demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumur-sumur tua yang dibangun puluhan tahun lalu menjadi harapan terakhir, meskipun debit airnya terus menyusut.
Kondisi kekeringan terparah dirasakan oleh sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Desa Ngargotirto. Sungai dan sumur-sumur pribadi yang biasanya menjadi andalan telah mengering total. Dampaknya sangat signifikan, terutama untuk kebutuhan vital seperti minum, memasak, dan mandi cuci kakus (MCK).
Dalam situasi sulit ini, sumur-sumur tua yang tersebar di beberapa titik desa menjadi tumpuan harapan. Warga, baik tua maupun muda, berbondong-bondong mendatangi sumur-sumur tersebut dengan membawa berbagai jenis wadah, mulai dari ember, jeriken, hingga botol air mineral. Antrean panjang terlihat di sekitar sumur, bahkan beberapa warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan air seadanya.
Meskipun demikian, kondisi air di sumur-sumur tua tersebut jauh dari kata ideal. Debit air yang tersisa sangat sedikit dan keruh, memaksa warga untuk menggunakan air seadanya dengan hati-hati untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka menyadari potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat kualitas air yang tidak terjamin.
Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berupaya menyalurkan bantuan air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan, termasuk Desa Ngargotirto. Namun, keterbatasan jumlah armada dan sulitnya menjangkau seluruh wilayah membuat distribusi bantuan menjadi tantangan tersendiri. Keberadaan sumur-sumur tua ini menjadi solusi sementara bagi warga sambil menunggu bantuan datang atau hujan kembali membasahi bumi Sragen.
Kisah pilu warga Desa Ngargotirto yang mengandalkan sumur tua di tengah kemarau panjang ini menjadi gambaran nyata dampak perubahan iklim dan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di wilayah rawan kekeringan. Selain bantuan jangka pendek, solusi jangka panjang seperti pembangunan infrastruktur air bersih yang memadai, pembuatan sumur bor komunal, dan konservasi sumber air perlu menjadi perhatian utama untuk mencegah krisis serupa terulang di masa depan dan menjamin ketersediaan air bagi seluruh masyarakat Sragen.