Pada tahun 1637, Pierre de Fermat, seorang ahli matematika amatir dari Prancis, membuat sebuah catatan di tepi buku yang akan mengubah sejarah matematika selamanya. Ia menulis sebuah pernyataan sederhana namun luar biasa: tidak ada tiga bilangan bulat positif a, b, dan c yang bisa memenuhi persamaan an+bn=cn untuk setiap nilai n lebih besar dari 2. Catatan itu diakhiri dengan kalimat yang menggantungkan misteri, “Saya memiliki bukti yang sangat luar biasa untuk proposisi ini, tetapi catatan ini terlalu kecil untuk memuatnya.”
Kalimat itu menjadi tantangan terbesar bagi para matematikawan selama 358 tahun. Teorema ini dikenal sebagai Teorema Terakhir Fermat. Para ahli dari seluruh dunia mencoba memecahkannya, namun tak ada yang berhasil. Fermat meninggalkan sebuah catatan misterius itu sebagai warisan intelektual yang tidak ada duanya, memicu obsesi pada banyak generasi matematikawan.
Upaya untuk membuktikan teorema ini memakan waktu berabad-abad dan melibatkan beberapa pemikir terhebat dalam sejarah matematika. Para matematikawan berhasil membuktikan teorema ini untuk nilai n tertentu, seperti n=3 dan n=4, tetapi bukti umum untuk semua nilai n tetap tak terpecahkan. Setiap kegagalan hanya menambah ketenaran dari sebuah catatan kecil itu.
Kisah ini mencapai puncaknya pada tahun 1994, ketika seorang matematikawan Inggris bernama Andrew Wiles berhasil memecahkannya. Wiles telah terobsesi dengan teorema ini sejak ia masih kecil. Ia memutuskan untuk mendedikasikan dirinya untuk memecahkan misteri tersebut, sebuah keputusan yang membawanya pada tujuh tahun pengerjaan rahasia di loteng rumahnya.
Wiles memilih untuk bekerja sendirian, menghindari tekanan dan harapan dari dunia akademik. Ia menyembunyikan penelitiannya dari semua orang, bahkan dari istrinya, yang hanya tahu bahwa ia sedang mengerjakan sesuatu yang sangat penting. Perjuangan Wiles adalah cerminan dari pengorbanan dan dedikasi yang dibutuhkan untuk meraih terobosan intelektual.
Pada tahun 1993, ia mengumumkan buktinya, tetapi ditemukan celah. Wiles, dengan bantuan mantan muridnya, Richard Taylor, bekerja keras selama setahun untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Pada tahun 1994, mereka akhirnya berhasil menutup celah itu dan menyajikan bukti yang utuh.
Pengumuman keberhasilan Wiles menjadi berita utama di seluruh dunia. Setelah hampir empat abad, misteri yang dimulai dari sebuah catatan kecil akhirnya terpecahkan. Kemenangan ini bukan hanya milik Wiles, tetapi juga milik semua matematikawan yang telah berkontribusi dan gagal.
Kisah Teorema Terakhir Fermat adalah sebuah epik tentang obsesi, pengorbanan, dan ketekunan. Ini adalah bukti bahwa sebuah masalah yang tampaknya sederhana dapat menyimpan kompleksitas yang luar biasa. Dan di tengah semua itu, ada sebuah catatan kecil yang mengubah sejarah.