GIANYAR, BALI – Umat Hindu di seluruh Bali dengan penuh suka cita merayakan Hari Raya Galungan yang jatuh pada hari Kamis, 3 April 2025. Perayaan ini merupakan salah satu hari raya terbesar bagi tradisi umat Hindu di Bali, memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan). Suasana meriah dan khusyuk terasa di setiap sudut Pulau Dewata, di mana berbagai ritual dan upacara adat dilaksanakan.
Sejak pagi hari, tampak kesibukan di setiap rumah tangga dan pura (tempat ibadah). Para wanita dengan anggun mengenakan pakaian adat kebaya tampak sibuk mempersiapkan berbagai sesajen (persembahan) yang akan dihaturkan. Sementara itu, para pria bergotong royong mendirikan penjor, yaitu bambu yang dihias dengan janur (daun kelapa muda), kain berwarna-warni, dan hasil bumi, yang menjadi simbol kemakmuran dan kemenangan. Pemandangan penjor yang menjulang tinggi di sepanjang jalan menjadi ciri khas perayaan Galungan.
Di Pura Besakih, yang merupakan pura terbesar dan tersuci di Bali, ribuan umat Hindu dari berbagai daerah berkumpul untuk melaksanakan persembahyangan agung. Prosesi dimulai dengan melukat (pembersihan diri) di sumber air suci di sekitar pura, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh para sulinggih (pendeta Hindu). Lantunan doa dan kidung suci menggema di seluruh area pura, menciptakan suasana spiritual yang mendalam.
Menurut Mangku Agung Rai, salah satu pemangku adat di Desa Paksebali, Klungkung, Hari Raya Galungan memiliki makna yang sangat penting dalam tradisi umat Hindu. “Galungan adalah momentum untuk merenungkan nilai-nilai Dharma dan Adharma. Kita diingatkan untuk selalu berjuang menegakkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya saat ditemui setelah memimpin upacara di pura desanya.
Selain persembahyangan di pura, tradisi umat Hindu saat Galungan juga diwarnai dengan kunjungan ke sanak saudara dan kerabat ( ngerayah). Momen ini menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan. Berbagai hidangan khas Bali seperti lawar, sate lilit, dan jajan tradisional disajikan untuk menjamu para tamu.
Pengamanan selama perayaan Galungan juga menjadi perhatian utama. Kepala Kepolisian Resor Gianyar, AKBP Dewa Made Batara, melalui пресс-релиз yang dikeluarkan pada hari Kamis, 3 April 2025, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan sejumlah personel untuk mengamankan jalannya perayaan di berbagai titik keramaian dan pura-pura besar. “Kami bekerja sama dengan Pecalang dari masing-masing desa adat untuk memastikan keamanan dan kelancaran tradisi umat ini,” ujarnya.
ya Galungan bukan hanya sekadar tradisi umat Hindu di Bali, tetapi juga merupakan warisan budaya yang luhur dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Semangat kebersamaan, nilai-nilai spiritual, dan keindahan upacara adat yang ditampilkan menjadi pesona tersendiri yang patut untuk dilestarikan.