Jakarta kini memiliki pusat ilmu pengetahuan yang modern dan sangat membanggakan di dekat kawasan Monas, yaitu Wisata Literasi Perpusnas. Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini memegang rekor sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia dengan tinggi mencapai 126,3 meter yang terdiri dari 24 lantai. Sejak diresmikan, tempat ini tidak hanya menjadi surga bagi para peneliti dan mahasiswa, tetapi juga telah bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi yang sangat populer bagi masyarakat umum, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z yang menyukai perpaduan antara pengetahuan dan estetika bangunan.
Fasilitas yang ditawarkan dalam Wisata Literasi Perpusnas sangatlah lengkap dan menggunakan teknologi terkini. Setiap lantai memiliki tema koleksi yang berbeda-beda, mulai dari koleksi naskah kuno nusantara yang sangat berharga, koleksi buku anak yang ceria, hingga koleksi multimedia yang canggih. Pengunjung dapat dengan mudah mencari buku menggunakan sistem katalog digital dan menikmati ruang baca yang sangat nyaman dengan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian. Desain interiornya yang modern dengan rak buku raksasa di lobi utama seringkali menjadi latar belakang foto favorit bagi para pengunjung yang ingin menunjukkan sisi intelektual mereka.
Salah satu daya tarik paling istimewa dari Wisata Literasi Perpusnas adalah lantai paling atas yang menyediakan area kantin dan balkon terbuka. Dari sini, pengunjung bisa melihat Monumen Nasional dan hiruk-pikuk Jakarta secara keseluruhan sambil beristirahat sejenak setelah asyik membaca. Keberadaan perpustakaan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia dengan menyediakan akses informasi yang gratis dan berkualitas dalam lingkungan yang sangat kondusif. Suasananya yang tenang namun tetap dinamis membuat siapa pun betah menghabiskan waktu berjam-jam untuk menjelajahi ribuan literatur yang tersedia.
Untuk berkunjung ke Wisata Literasi Perpusnas, pengunjung hanya perlu melakukan registrasi keanggotaan secara daring atau langsung di tempat untuk bisa meminjam buku atau menggunakan fasilitas ruang baca secara penuh. Lokasinya yang sangat strategis membuat gedung ini mudah dijangkau menggunakan transportasi publik seperti TransJakarta maupun kereta api. Pemerintah sangat memperhatikan aksesibilitas bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, sehingga semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati kekayaan intelektual bangsa. Tempat ini benar-benar merevolusi cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan yang dulunya dianggap membosankan.